Dr. Arum Darmawati, S.E., M.M. Raih Gelar Doktor dengan Kajian Emotional Labor pada Guru Pendamping Khusus

Mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi Minat Manajemen, Dr. Arum Darmawati, S.E., M.M., berhasil meraih gelar doktor setelah menyelesaikan Sidang Promosi Doktor di Program Doktor Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, pada Kamis, 9 Februari 2026.

Dalam sidang promosi tersebut, Dr. Arum Darmawati, S.E., M.M. mempertahankan disertasi berjudul “Anteseden dan Konsekuensi Emotional Labor: Studi pada Guru Pendamping Khusus di Indonesia.” Disertasi ini mengangkat isu penting terkait tuntutan pengelolaan emosi (emotional labor) yang dihadapi Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam konteks pendidikan inklusif di Indonesia.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor anteseden dan konsekuensi emotional labor dengan memposisikan konsep tersebut sebagai proses regulasi diri yang menghubungkan emotional dissonance dengan teacher job satisfaction melalui burnout. Selain itu, penelitian ini juga menguji peran personal resources dan job resources dalam hubungan antarvariabel tersebut.

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei terhadap 483 Guru Pendamping Khusus yang bekerja di sekolah inklusif di berbagai wilayah Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji pengaruh langsung, tidak langsung, serta efek moderasi dalam model penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa emotional dissonance berpengaruh positif terhadap surface acting dan deep acting, yang merupakan dua strategi utama dalam emotional labor. Kedua strategi tersebut terbukti meningkatkan tingkat burnout. Selanjutnya, burnout berpengaruh negatif terhadap teacher job satisfaction dan berperan sebagai mediator dalam hubungan antara emotional labor dan kepuasan kerja guru. Penelitian ini juga menemukan bahwa personal resources berperan sebagai moderator dalam hubungan antara emotional dissonance dan emotional labor, sementara job resources tidak memoderasi hubungan antara emotional labor dan burnout, meskipun memiliki pengaruh langsung negatif terhadap burnout.

Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperluas pemahaman mengenai emotional labor sebagai proses regulasi diri yang dipengaruhi oleh faktor individual dan organisasi. Secara praktis, temuan penelitian ini memberikan implikasi strategis bagi pengelolaan sumber daya manusia di bidang pendidikan inklusif, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan psikologis dan kepuasan kerja Guru Pendamping Khusus melalui penguatan personal resources dan dukungan organisasi.

Dengan keberhasilan ini, Dr. Arum Darmawati, S.E., M.M. resmi menyandang gelar doktor dan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan manajemen sumber daya manusia serta praktik pengelolaan pendidikan inklusif di Indonesia.