Dr. Muniya Alteza, S.E., M.Si. Raih Gelar Doktor dengan Kajian Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi Regional

Dr. Muniya Alteza, S.E., M.Si. resmi meraih gelar doktor setelah menjalani Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Doktor Ilmu Ekonomi dengan Minat Utama Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret, pada Kamis, 13 Februari 2026, di Surakarta.

Dalam ujian terbuka tersebut, Dr. Muniya Alteza, S.E., M.Si. mempertahankan disertasi berjudul “Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi: Analisis Regional Provinsi di Indonesia.” Penelitian ini mengangkat isu strategis mengenai peran inklusi keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di Indonesia.

Disertasi ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan akses layanan keuangan antarwilayah di Indonesia. Meskipun sektor keuangan nasional terus berkembang, distribusi akses terhadap layanan perbankan, pembiayaan, dan instrumen keuangan lainnya belum merata. Kondisi tersebut berpotensi menghambat optimalisasi pertumbuhan ekonomi, khususnya di tingkat provinsi.

Melalui pendekatan analisis regional, penelitian ini mengkaji bagaimana peningkatan akses dan penggunaan layanan keuangan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inklusi keuangan memiliki peran signifikan dalam memperkuat aktivitas ekonomi regional, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Secara akademik, penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan literatur ekonomi pembangunan dan ekonomi keuangan, khususnya dalam konteks desentralisasi dan pembangunan regional di Indonesia. Secara praktis, temuan ini diharapkan menjadi rujukan bagi pemerintah daerah, otoritas keuangan, dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi peningkatan inklusi keuangan yang lebih merata dan berkelanjutan.

Dengan pencapaian ini, Dr. Muniya Alteza, S.E., M.Si. resmi menyandang gelar doktor dan diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pengembangan keilmuan ekonomi serta perumusan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia.