Pelatihan Pengoperasian Alat Pencacah Jamur Lingzhi Tahap Pertama, Tim PKM UNY Dampingi Jamal Farming

Yogyakarta – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan pelatihan pengoperasian alat pencacah jamur lingzhi tahap pertama bersama mitra Jamal Farming. Kegiatan ini merupakan bagian dari program “PKM Penguatan Daya Saing Produk Jamur untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan.”

Jamal Farming merupakan mitra PKM yang memiliki produk unggulan berupa jamur lingzhi. Dalam pengembangan usahanya, pengolahan jamur lingzhi memerlukan dukungan teknologi yang mampu membantu meningkatkan efisiensi proses produksi. Oleh karena itu, salah satu bentuk dukungan yang diberikan melalui program PKM adalah pengembangan dan penerapan alat pencacah jamur lingzhi.

Pelatihan tahap pertama difokuskan pada pengenalan dan praktik pengoperasian alat pencacah jamur lingzhi. Mitra diberikan penjelasan mengenai fungsi alat, komponen utama, tata cara pengoperasian, serta prosedur penggunaan alat secara tepat dan aman. Pelatihan juga menjadi kesempatan bagi mitra untuk mencoba secara langsung penggunaan alat sehingga dapat memahami alur kerja dan pemanfaatannya dalam proses produksi.

Penggunaan alat pencacah jamur lingzhi diharapkan dapat membantu Jamal Farming dalam meningkatkan efisiensi pengolahan bahan baku. Teknologi tersebut juga diharapkan mampu mendukung proses produksi yang lebih efektif dan konsisten sehingga dapat memberikan nilai tambah terhadap produk unggulan jamur lingzhi yang dikembangkan oleh mitra.

Kegiatan pelatihan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses alih teknologi kepada mitra. Tidak hanya menyediakan peralatan, tim PKM juga memastikan bahwa mitra memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk mengoperasikan serta memanfaatkan alat secara optimal.

Tim pelaksana PKM terdiri atas Dr. Penny Rahmawaty, S.E., M.Si.; Dr. Ir. Paryanto, S.Pd., M.Pd.; dan Alfian Abdul Ghaffar, S.T., M.M. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, yaitu Elin Tri Novita, Tsania Ayu Rohani, dan Satrio Dwi Kuncoro.

Melalui pendampingan yang dilakukan secara bertahap, Tim PKM UNY berharap Jamal Farming dapat semakin optimal dalam memanfaatkan teknologi produksi. Kehadiran alat pencacah jamur lingzhi diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas pengolahan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing produk jamur lingzhi dan keberlanjutan usaha mitra.

Pelatihan pengoperasian alat tahap pertama ini selanjutnya akan menjadi dasar untuk pelaksanaan tahapan pendampingan berikutnya. Dengan sinergi antara perguruan tinggi dan mitra usaha, program PKM diharapkan mampu menghasilkan penerapan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan usaha Jamal Farming sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan berkelanjutan.